You are here

HAK CIPTA DALAM FOTO ATAU POTRET

Submitted by administrator on May 15, 2017 - 2:40pm
Author: 
Daniel Pardede

HAK CIPTA DALAM FOTO ATAU POTRET

 

Wikipedia mendefinsikan fotografi sebagai suatu kegiatan atau proses menghasilkan suatu seni gambar atau foto melalui media cahaya dengan alat yang disebut kamera dengan maksud dan tujuan tertentu. Kegiatan fotografi atau pengambilan foto, dewasa ini adalah suatau kegiatan yang melekat pada masyarakat modern. Hampir setiap orang mengabadikan moment-moment hidupnya dalam sebuah foto, baik foto pemandangan, foto keluarga, foto bersama sahabat-sahabat, dan lain-lain. Pertumbuhan kegiatan fotografi tersebut ditunjang juga dengan munculnya berbagai aplikasi berbagi foto dalam media sosial, sehingga masyarakat modern semakin senang untuk mengabadikan moment hidupnya melalui foto atau potret. Semakin melekatnya kegiatan mengabadikan moment dengan foto atau potret, sampai-sampai telepon genggam yang paling banyak digemari, adalah telepon genggam yang dilengkapi dengan kamera. Memang kegiatan mengabadikan moment dengan foto, sudah menjadi kegiatan pokok kehidupan masyarakat modern.

Pertanyaannya kemudian, bagaimana jika foto yang kita abadikan dan kita bagikan di media sosial milik kita, digunakan oleh orang lain tanpa seizin kita, sehingga membawa manfaat ekonomi bagi orang tersebut?

Ternyata, foto-foto yang kita abadikan itu dilindungi, dan diatur di dalam Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta (UU Hak Cipta). Dikarenakan foto-foto yang kita miliki melekat hak cipta di dalamnya pada saat foto tersebut pertama kali diumumkan  hal ini sesuai dengan Pasal 1 Ayat 1 UU Hak Cipta, yang menyebutkan :

“Hak cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif  setelah suatu ciptaandiwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan”

Hak cipta dalam hal ini Foto atau Potret adalah hak yang otomatis timbul setelah Foto atau Potret tersebut diumumkan secara deklaratif, artinya tidak wajib untuk didaftarkan pada Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, Departemen Hukum dan HAM. Namun, apabila kita mendaftarkan Foto atau Potret tersebut, hanya untuk mempermudah pembuktian apabila terjadi Sengketa Mengenai Hak Cipta.

Ada 2 (dua) hak yang melekat pada hak cipta, yaitu hak moral dan ekonomi. Hak moral adalah hak yang melekat secara abadi pada diri pencipta, biasanya hak untuk mengubah ciptaannya, hak untuk mengubah judul ciptaannya, hak untuk mencantumkan atau tidak mencantumkan nama pada ciptannya. Sedangkan hak ekonomi, adalah hak eksklusif Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mendapatkan manfaat atas Ciptaannya.

Oleh karena itu, apabila foto atau potret milik kita, yang digunakan oleh orang lain tanpa seizin pemilik, sehingga membawa manfaat ekonomi bagi orang lain, dapat diartikan orang tersebut telah merugikan kita sebagai pemegang hak eksklusif pencipta atau pemegang hak cipta, hal ini sesuai dengan Pasal 96 UU Hak Cipta, yang menyatakan :

“Pencipta, pemegang Hak Cipta dan/atau pemegang Hak terkait atau ahli warisnya yang mengalami kerugian hak ekonomi berhak memperoleh ganti rugi

Maka selanjutnya langkah hukum yang dapat dilakukan apabila kita sebagai pemilik hak cipta dirugikan secara ekonomi adalah dengan cara mengajukan gugatan ke Pengadilan Niaga, dengan tata cara yang diatur dalam Bab XIV Pasal 95 s/d pasal 109 UU Hak Cipta.

Dasar Hukum :

Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta

 

Facebook comments