You are here

Popularitas di Sosial Media Lebih Penting kepada Pria: Kaspersky

Submitted by administrator on May 22, 2017 - 10:39am
Author: 
Elquino Simanjuntak

 

 

Saya tertarik untuk membahas mengenai 1 artikel yang saya baca di www.jakartaglobe.id berjudul “Popularity on Social Media More Important to Men: Kaspersky” (terjemahan “Popularitas di Sosial Media Lebih Penting kepada Pria: Kaspersky”).

 

Artikel ini menggarisbawahi hasil survei yang dilakukan oleh Kaspersky, sebuah lembaga penyedia jasa cyber security global, yang mengatakan bahwa di era sosial media dan gratifikasi instan, kaum pria lah yang pada umumnya lebih memberikan perhatian dibandingkan kaum wanita. Survei ini mengatakan bahwa:

  • 24% pria yang terlibat survei mengatakan mereka khawatir apabila mereka tidak terlihat populer diantara teman-teman mereka, salah satunya terlihat dari jumlah jempol yang diterima di halaman sosial media mereka (“Likes”). Bagi kaum wanita, dampaknya adalah 17%;

  • 29% pria mengaku kecewa apabila seseorang tertentu tidak menyukai hal-hal yang diunggah mereka. Bagi kaum wanita, dampaknya adalah 28%;

  • 14% pria berpotensi untuk berpura-pura berada ditempat yang berbeda untuk mendapatkan jempol / Likes. Ini menunjukkan bagaimana mereka lebih memberikan bobot kepada faktor mendapatkan perhatian di sosial media daripada menyatakan diri mereka yang sebenarnya

  • Pria juga memiliki tendensi untuk berbagi foto yang menunjukkan hal yang memalukan dari teman-teman mereka, baik itu foto sewaktu teman mabuk (15% potensi) maupun sedang menggunakan pakaian yang seronok (13% potensi). Bagi kaum wanita, tindakan-tindakan ini memiliki potensi 8% dan 6% masing-masing

Walau terdapat perbedaan yang cukup besar antara pria dan wanita, tetapi secara garis besar hasil survei membuktikan bahwa 55% dari seluruh responded (baik pria & wanita) mengakui bahwa mereka memeriksa sosial media mereka lebih dari 1x setiap harinya sedangkan 24% dari seluruh responden menyatakan iri hatinya apabila teman-teman mereka menyukai unggahan dari orang lain untuk hal yang sama atau hampir sama dengan hal yang kita unggah.

Hasil survei ini menunjukkan bagaimana sosial media yang pada awalnya diciptakan untuk menjembatani jeda hubungan sosial yang tercipta oleh karena kendala waktu dan jarak telah secara perlahan bergerak digunakan menjadi alat untuk memperbesar jurang pemisah. Penekanan atas kelebihan dan keunikan yang kita miliki yang bisa membedakan kita dari teman-teman dan sekeliling kita telah menjadi motivasi pertama bahkan terutama untuk melakukan unggahan ke sosial media. Keinginan untuk diapresiasi oleh karena kemampuannya, kelebihannya, keunggulannya dan lain sebagainya telah menjadi  pendorong terbesar bagi banyak orang untuk aktif melakukan updating ke akun sosial media nya.

Sebagai umat Tuhan, kita harus memandang dan menggunakan sosial media sebagai fasilitator untuk mencapai dan menjaga kasih persaudaraan kepada saudara-saudara kita umat seiman. Walaupun sosial media, sama seperti media lainnya, mempunyai potensi untuk digunakan untuk memperuncing perbedaan tetapi kehendak Tuhan adalah agar umat-umatNya menjadi kekuatan yang membuat kekuatan yang berbeda, warna yang berbeda. Tuhan mengundang kita menjadi “berbeda” dengan dunia dalam pengertian bahwa kita mengasihi saudara-saudara kita dengan tulus. Keterlibatan kita di lingkungan, komunitas dan masyarakat oleh karena didasari kerinduan kita untuk menjadi bagian dari keluarga besar dan menjadi berkat bagi keluarga tersebut. Dan oleh karenanya, kita selalu memandang dan akan selalu berusaha untuk mencari dan menjadikan setiap hal disekeliling kita menjadi bermanfaat dalam membangun dan memperkuat hubungan kita dengan sesama kita.

Doa saya bagi semua kita agar kita dapat menikmati lebih lagi hubungan kita dengan teman, sahabat, keluarga dan kekasih-kekasih kita dengan kita menggunakan sosial media menjadi jalan menyatakan bahwa kita memperhatikan, mendoakan dan mengasihi mereka dengan kasih dari Tuhan. Amin.

 

 

Facebook comments