You are here

Bebas dari Rasa Bersalah

joashlorenzo's picture
Submitted by joashlorenzo on June 21, 2021 - 12:00am
Podcast: 

Podcast by AWR Indonesia - Radio Advent Suara Pengharapan

adventbenhil.org : Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa -

Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa

 

SENIN, 21 JUNI

Bebas dari Rasa Bersalah 

Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus ... yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh” (Rm. 8: 1, 4). 

Seorang wanita muda telah dibunuh secara brutal, pembunuhnya tidak dikenal. Polisi membuat perangkap dengan menempatkan satu mikrofon tersembunyi di dalam kuburnya. Satu malam, beberapa bulan sesudah kematiannya, seorang pria muda mendekati kubur itu dan berlutut dan menangis, meminta pengampunan dari wanita itu. Polisi tentu saja, memonitor kata-katanya, menangkap basah dia karena melakukan kejahatan. 

Apakah yang membawa pria itu ke kubur? Rasa bersalah, apa lagi? 

Tentu saja, meskipun tak satu pun dari kita yang pernah melakukan tindakan buruk seperti yang dibuat oleh pria muda itu. Kita semua telah melakukan perkaraperkara yang kita sendiri malu, sesuatu yang kita harap kita tidak lakukan tetapi tidak bisa. 

Bersyukur kepada Yesus dan darah perjanjian baru, tak seorang pun dari kita harus hidup di bawah stigma rasa bersalah. Menurut ayat hari ini, tidak ada penghukuman terhadap kita. Hakim yang Utama memperhitungkan kita tidak bersalah, memperhitungkan kita seolah-olah kita tidak melakukan perkara-perkara yang membuat kita merasa bersalah. 

Bagaimana ayat-ayat ini menolong kita mengerti Roma 8: 1? Yoh. 5: 24: Rm. 3: 24, 25, 2 Kor. 3: 21. 

Satu dari janji yang terbesar untuk hidup dalam hubungan perjanjian dengan Tuhan adalah bahwa kita tidak perlu lagi hidup di bawah beban rasa bersalah. Karena darah perjanjian, kita—yang memilih untuk masuk dalam hubungan perjanjian dengan Allah, yang memilih untuk berdiam dengan syarat iman, pertobatan, penurutan—dapat merasakan beban rasa bersalah itu diangkat. Ketika Setan berusaha berbisik di telinga kita bahwa kita jahat, bahwa kita buruk, bahwa kita terlalu berdosa untuk diterima Allah, kita dapat melakukan apa yang Yesus lakukan ketika Setan mencobai Dia di padang belantara: kita dapat mengutip Kitab Suci, dan satu dari antara ayat-ayat yang terbaik untuk dikutip adalah Roma 8: 1. Ini tidak berarti menyangkal kenyataan dosa dalam kehidupan kita, ini berarti bahwa karena hubungan perjanjian yang kita miliki dengan Tuhan, kita tidak lagi hidup di bawah hukuman karena dosa. Yesus membayar hukuman bagi kita, dan sekarang Dia berdiri di hadirat Bapa meminta darah-Nya sendiri untuk kita, mempersembahkan kebenaran-Nya sendiri sebagai ganti dosa-dosa kita. 

Apakah perbedaan yang terjadi dalam kehidupan kita bahwa Tuhan telah mengampuni Anda untuk dosa apa saja yang Anda telah perbuat? Bagaimanakah hal itu benar-benar menolongmu dalam menghadapi orang lain yang telah bersalah terhadapmu? Bagaimanakah seharusnya itu berpengaruh pada caramu berhadapan dengan orang-orang itu?

Facebook comments