You are here

Firman Allah yang Hidup dan Roh Kudus

joashlorenzo's picture
Submitted by joashlorenzo on June 21, 2020 - 7:13pm

adventbenhil.org : Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa -

Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa

 

MINGGU, 21 JUNI 

Firman Allah yang Hidup dan Roh Kudus 

Mempelajari Firman Tuhan dengan cennat dan dengan metode yang tepat sangatlah penting. Tetapi, yang sama pentingnya, bahkan mungkin lebih lagi, adalah kita mempraktikkan apa yang telah kita pelajari. Tujuan utama mempelajari Alkitab, sehebat apa pun itu, bukan untuk memperoleh pengetahuan yang lebih besar. Tujuannya bukan untuk menguasai Firman Tuhan tetapi agar Firman Tuhan yang menguasai kita, mengubah hidup kita dan cara berpikir kita. Itulah sebenamya yang panting. Bersedia menghidupkan kebenaran yang telah kita pelajari berarti bersedia untuk tunduk kepada kebenaran Alkitab itu. Pilihan mi kadang-kadang membutuhkan pergumulan yang hebat, karena kita betjuang memperebutkan siapa yang akan berkuasa dalam pemikiran dan hidup kita. Dan, pada akhirnya, kita hanya bisa memilih salah satu. 

Bacalah Filipi 2: 12-16. Apakah yang dikatakan ayat-ayat ini tentang bagaimana kita harus hidup? 

Ya, Tuhan bekerja di dalam kita, tetapi Dia melakukannya melalui Roh Kudus, yang memberi kita hikmat untuk memahami Alkitab. Terlebih, sebagai manusia berdosa, kita sering menentang kebenaran Allah, dan apabila dibiarkan, kita tidak akan menuruti Firman Allah (Rm. 1: 25; Ef 4: 17, 18). Tanpa Roh Kudus, tidak ada rasa cinta akan pekabaran Tuhan. Tidak ada harapan, tidak ada kepercayaan, tidak ada kasih dalam merespons. Melalui Roh Kudus, Allah benar-benar “mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya” (Flp. 2: 13)

Rob Kudus adalah guru yang rindu memimpin kita untuk memahami Alkitab lebih dalam dan menghargai dengan penuh sukacita akan Firman Allah. Dia menjadikan kebenaran Firman Allah menjadi perhatian kita dan memberi pengertian baru tentang kebenaran itu, sehingga kehidupan kita ditandai dengan kesetiaan dan kepatuhan yang penuh kasih terhadap kehendak Allah. ”Tak seorang pun bisa menjelaskan Alkitab tanpa pertolongan Roh Kudus. Tetapi ketika Anda menerima Firman Allah dengan rendah hati dan dapat diajar, para malaikat Allah akan berada di sisimu untuk menanamkan kepadamu bukti-bukti kebenaran.”-Ellen G. White, Selected Messages, jld 1, hlm. 411. Dengan cara ini, hal-hal rohani ditafsirkan secara rohani (1 Kor. 2: 13, 14) dan kita dapat dengan senang hati menuruti Firman Allah “pagi demi pagi” (Yes. 50: 4, 5)

Filipi 2: 16 mengatakan bahwa kita harus berpegang “teguh pada Firman kehidupan" (NKJV). Menurut Anda apakah artinya itu? Dan bagaimanakah kita melakukannya? Lihat juga Ulangan 4: 4, yang mengajarkan hal yang serupa. Apakah peran kita dalam seluruh proses ini?

Facebook comments