You are here

Yesus Menyembuhkan

Submitted by vinicio.silitonga on August 13, 2019 - 12:00am

adventbenhil.org : Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa -

Pelajaran Sekolah Sabat Dewasa

SELASA, 13 AGUSTUS

Yesus Menyembuhkan

Kitab-kitab Injil dibumbui dengan kisah-kisah mukjizat Yesus, khUsusnya kisah penyembuhan. Seperti yang Yesaya telah nubuatkan, Dia mencelikkan yang buta dan melepaskan mereka yang dikungkung oleh penyakit, kadang setelah bertahun-tahun menderita (contohnya lihat Mrk. 5: 23-34; Yoh. 5: 1-15). Namun melakukan lebih daripada itu: Dia membuat yang lumpuh berjalan lagi; Dia menyembuhkan orang kusta—bukan sekadar dengan perkataan namun dengan menyentuh mereka, meskipun mereka itu "tidak tahir"; Dia menghadapi, roh-roh jahat yang menguasai pikiran dan raga manusia, dan Dia bahkan membangkitkan orang mati.

Kita boleh saja menganggap mukjizat-mukjizat ini untuk menarik orang banyak dan membuktikan kuasa-Nya kepada banyak orang yang ragu-ragu dan pengkritik. Namun ini tidak selalu menjadi kasusnya. Gantinya, Yesus sering memberikan petunjuk kepada orang yang disembuhkan untuk tidak mengatakan kepada siapa pun mengenai hal itu. Sementara kelihatannya orang yang baru saja disembuhkan itu tidak mungkin menuruti petunjuk tersebut dan menyimpan kabar ajaib tersebut untuk diri mereka sendiri, Yesus sedang berusaha untuk menunjukkan bahwa mukjizat-Nya adalah mengenai sesuatu yang lebih penting daripada sebuah pertunjukan. Tujuan utama, tentu saja, adalah agar manusia menerima keselamatan di dalam Dia.

Namun, mukjizat penyembuhan Yesus merupakan sebuah ekspresi rasa ibaNya. Contohnya, sebelum pemberian makan lima ribu orang, Matius menceri takan, "Ketika Yesus mendarat, la melihat orang banyak yang besarjum lahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan la menyembuhkan mereka yang sakit" (Mat. 14: 14). Yesus merasakan kepedihan orang yang tersakiti dan melakukan apa yang Dia dapat lakukan terhadap orang dengan datang menemui untuk menolong mereka dan menegakkan mereka.

Bacalah nubuatan Yesaya dalam Matius 12: 15-21. Dalam cara apakah Yesaya dan Matius mengidentifikasikan apa yang Yesus sedang lakukan sebagai sesuatu yang lebih besar daripada menyembuhkan segelintir— bahkan beberapa ratus—orang yang sakit?

"Setiap mukjizat yang diadakan oleh Kristus menjadi suatu tanda Keilahian-Nya. la sedang melakukan pekerjaan yang sama yang telah dinubuatkan tentang Mesias; tetapi bagi' orang Farisi perbuatan kemurahan ini merupakan suatu penghinaan yang pasti. Para pemimpin Yahudi memandang dengan sikap tidak peduli yang tidak mengenal belas kasihan terhadap penderitaan manusia. Dalam banyak hal sifat mementingkan diri dan penindasan mereka telah menyebabkan kesedihan yang diringankan oleh Kristus. Dengan demikian mukjizat-mukjizat-Nya merupakan suatu celaan bagi mereka."—Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 6, hlm. 12.

 

Mukjizat penyembuhan Yesus merupakan tindakan belas kasihan dan keadilan. Namun dalam semua kasus, itu tidak berakhir di situ saja dan memperlihatkan mukjizat tersebut, Pada akhirnya semua yang Kristus lakukan adalah untuk tujuan memimpin manusia kepada kehidupan kekal (lihat Yoh. 17: 3).

 

Facebook comments