You are here

PERISAI TUHAN

Submitted by jordan.gultom on June 4, 2020 - 12:05am
Date of Content: 
Thursday, June 4, 2020

adventbenhil.org : Renungan Pagi -

Renungan Pagi

KAMIS, 4 JUNI 2020

Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.—Amsal 29:18.

Hanya ada satu pengharapan bagi bangsa manusia—supaya ke dalam unsur-unsur yang penuh pertentangan dan merusak yang besar ini dapat ditaburkan ragi baru; supaya kuasa kehidupan baru dapat dibawa kepada umat manusia; supaya pengetahuan tentang Allah dapat dipulihkan kepada dunia. 

Kristus datang untuk memulihkan pengetahuan ini. Ia datang untuk menyingkirkan pengajaran palsu yang olehnya mereka yang mengaku mengenal Allah salah menggambarkan-Nya. Ia datang untuk menyatakan sifat hukum-Nya, untuk menyatakan keindahan kesucian itu dengan tabiat-Nya sendiri. 

Kristus datang ke dunia dengan himpunan kasih yang kekal. Menyapu bersih pemerasan yang memberatkan hukum Allah, Ia menunjukkan bahwa hukum itu adalah hukum kasih, pengungkapan kebaikan Ilahi. Ia menunjukkan bahwa dalam penurutan kepada prinsip-prinsipnya tercakup kebahagiaan umat manusia, dan bersamanya kemantapan, yakni landasan kuat dan kerangka kerja masyarakat manusia. 

Jadi jauh dari membuat tuntutan sewenang-wenang, hukum Allah diberikan kepada manusia sebagai pagar, sebagai tameng. Siapa saja yang menerima prinsip-prinsip-Nya akan terpelihara dari kejahatan. Kesetiaan kepada Allah mencakup kesetiaan kepada manusia. Jadi hukum itu menjaga hak-hak, kepribadian, setiap makhluk manusia. Hukum itu mengekang atasan supaya tidak menindas, dan bawahan supaya tidak melanggar. Hukum itu menjamin kesejahteraan manusia, baik di dunia ini maupun di dunia yang akan datang. Bagi orang yang menurut itu adalah janji hidup yang kekal, karena hukum itu menyatakan prinsip-prinsip yang tahan sampai selama-lamanya.

Kristus datang untuk menunjukkan nilai prinsip-prinsip Ilahi dengan menyatakan kekuatan prinsip-prinsip itu untuk pembaruan jiwa manusia. Ia datang untuk mengajarkan bagaimana prinsip-prinsip ini harus dikembangkan dan diterapkan. 

Dengan orang-orang pada zaman itu nilai semua hal ditentukan oleh perbuatan lahiriah. Bilamana agama merosot kuasanya, kebesarannya meningkat. Para pendidik zaman itu berusaha untuk memiliki kehormatan dengan pemeran dan penarikan perhatian. Untuk semua ini kehidupan Yesus memperlihatkan perbedaan yang menyolok. Kehidupan-Nya menunjukkan bahwa perkara-perkara yang dianggap oleh manusia hal yang paling penting dalam kehidupan tidak ada harganya. Lahir di tengah-tengah lingkungan yang paling kasar, tinggal di rumah petani, dengan perongkosan seorang petani, pekerjaan sebagai tukang, menghidupkan suatu kehidupan tidak terkenal....—di tengah-tengah keadaan dan lingkungan ini—Yesus mengikuti rencana pendidikan Ilahi.—Seri Membina Keluarga, jld.3, hlm.68,69.

Facebook comments