You are here

Tuhan Ingin Kita Memiliki Kebiasaan yang Terbaik

Submitted by jordan.gultom on November 4, 2021 - 12:05am
Date of Content: 
Thursday, November 4, 2021
Podcast: 

Podcast by AWR Indonesia - Radio Advent Suara Pengharapan

adventbenhil.org : Renungan Pagi -

Renungan Pagi

KAMIS, 4 NOVEMBER 2021

"Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik" (1 Korintus 15:33).

Agama Kristus tidak pernah merendahkan penerima, tidak pernah membuatnya kasar atau buruk atau tidak sopan.

Ada banyak yang harus dilakukan untuk menyesuaikan kita dengan pengadilan Tuhan. Kekasaran roh, kekasaran ucapan, rendahnya watak, harus disingkirkan, atau kita tidak akan pernah bisa mengenakan pakaian yang ditenun di dalam alat tenun surgawi-kebenaran Kristus....

Mereka yang di bawah pendidikan Kristus, memungkinkan untuk mencapai pencapaian tertinggi yang akan membawa bersama mereka setiap perbaikan Ilahi ke sekolah yang lebih tinggi. Tetapi mereka yang tidak mau karakter mereka dibentuk mirip dengan karakter Ilahi membuat para malaikat sedih; karena dengan berpegang teguh pada kebiasaan dan praktik mereka yang berdosa mereka merusak rancangan Allah.

Bersikaplah sopan kepada Tuhan dan satu sama lain. Ingatlah bahwa Dia ingin Anda memiliki perilaku yang terbaik, agar Anda dapat memuliakan Dia di hadapan dunia. Dia menginginkan Anda untuk hidup dalam persatuan dengan satu sama lain dan untuk saling mencintai. Ingatlah bahwa jika Anda saling mengasihi di sini, Anda akan hidup dengan orang-orang tebusan selama zaman kekekalan yang tak berkesudahan.

Keegoisan dan kesombongan menghalangi kasih murni yang menyatukan kita dalam roh dengan Yesus Kristus. Jika kasih ini benar-benar dikembangkan, yang terbatas akan menyatu dengan yang terbatas, dan semua akan berpusat di Yang Tak Terbatas. Kemanusiaan akan bersatu dengan manusia, dan semua akan terikat dengan hati dengan kasih yang tak terbatas. Kasih yang disucikan satu sama lain adalah suci. Dalam karya agung kasih Kristen satu sama lain ini-jauh lebih tinggi, lebih konstan, lebih sopan, lebih tidak mementingkan diri sendiri, daripada yang pernah terlihat-merawat kelemahlembutan Kristen, kebajikan Kristen, dan kesopanan, dan membungkus persaudaraan manusia dalam rangkulan Allah, mengakui kehormatan yang dengannya Allah telah menanamkan hak-hak manusia. Orang Kristen yang bermartabat ini harus memupuk kehormatan dan kemuliaan Allah.

Sebagai putra dan putri Allah, kita harus memiliki martabat yang mulia, di mana kesombongan dan kepentingan pribadi tidak ada di dalamnya.

Facebook comments